Opini Tentang Infrastruktur di Malioboro

Selamat datang di blog kami..

Kami ingin mengulas sedikit tentang Malioboro dari sudut pandang kami,

Siapa yang tidak kenal malioboro ? 
 

sumber:googleimage

 

Terletak di Pusat Kota Yogyakarta dan menjadi jalan wajib bagi para pelancong ataupun turis dari Turis domestik hingga mancanegara yang singgah di Yogya..
Lalu apa saja sih yang wajib kita ketahui dari sudut pandang Infrastrukturnya? Nyamankah? Mudahkah?

Malioboro sendiri dikenal masyarakat awam adalah jalan yang membentang dari stasiun tugu hingga ke Titik Nol Kilometer ataupun perempatan kantor pos Yogyakarta. Tapi sejak tanggal 20 Desember 2013, pukul 10.30 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X nama 2 ruas di jalan Malioboro dikembalikan ke nama aslinya, Jalan Pangeran Mangkubumi menjadi jalan Margo Utomo, dan Jalan Jenderal Achmad Yani menjadi jalan Margo Mulyo.

Kawasan yang menyedot turis hingga ribuan perhari ini adalah sentra bisnis yang sangat menguntungkan bagi para pebisnis. Secara alami masyarakat sekitar dapat juga meraup untung dari padatnya transaksi di kawasan Malioboro ini.

Pertanyaan yang sering terlontar kemudian bagi para kritikus adalah nyamankah kawasan ini setelah bangunan hotel dan mall di dirikan di kawasan ini? Lalu dampak besar Infrastruktur baik pejalan kaki akankah semakin sedikit?

Pertanyaan ini yang ingin saya jawab dari sudut pandang saya sebagai Mahasiswa Program DIV TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL,.. 

Bangunan yang tinggi dengan kapasitas AC yang berukuran besar sudah tentu menghasilkan limbah panas pada saat terik matahari selain gas flourin yang merusak ozon. Saat kita berjalan antara pukul 10.00- 16.00 sudah tentu panas bukan main, bahkan jika dibandingkan tempat lain di Yogya.

 

Selain itu parkir motor yang hampir serampangan membuat runyam saat panas melanda di siang hari.. Disinilah Nyaman sedikit berkurang, peraturan daerah memang membolehkan trotoar di isi oleh Parkiran Motor, tapi bagi saya ini kurang masuk akal karena esensi dari trotoar adalah untuk pejalan kaki bukan tempat parkir kendaraan, lalu Bagaimana kalau kami ingin ke Mall dan susah untuk parkir? Seharusnya di pikirkan oleh pengelola mall disana, bukan hanya untuk membangun mall tapi juga penyediaan lahan parkir yang ada untuk menampung pengguna motor.

Nyaman kembali berkurang saat halte BRT Trans Yogya kadang penuh sesak saat jam puncak di hari libur/weekend dan tak terdapat tempat duduk ataupun ruang tunggu yang layak bagi penumpang. Inilah yang mungkin menyebabkan orang orang malas menggunakan moda Bus trans Yogya di kawasan Malioboro dan memilih menggunakan kendaraan pribadi saat pergi ke Malioboro, sehingga kendaraan makin penuh sesak dan polusi semakin meraja lela dan menambah efek panas di sekitar jalan Malioboro.

Sekarang saya akan menilai akses dari malioboro, bisa jadi anda yang sangat awam akan malioboro atau baru sekali, pasti bingung dengan rutenya, Benar sekali .. sudah lama jalan dari arah stasiun tugu di tutup untuk langsung ke arah malioboro sehingga harus memutar dari daerah tugu adipura dan masuk ke jalan Malioboro, dan jalan malioboro menggunakan sistem one way, one direction.

Sudah menjawab pertanyaan Mudahkah? Oh tentu saja belum, Bagaimana kalau saya tiba-tiba ingin buang air saat jalan jalan di Sekitar Malioboro? akses mudah ini tentu saja harus diiringi dengan keselaran pengguna jalan di kawasan ini.. Adakah Toilet UMUM ? Masih di pertanyakan loh.. Tentu saja ada ini contoh gambarnya:

sayangnya sangat minim informasi dan minim lokasi hanya terdapat 2 titik saat saya dan beberapa teman mensurvei lokasi Malioboro. Menurut pernyataan beberapa sumber pemerintah akan membangun toilet underground di Malioboro sehingga pertanyaan saya dapat terjawab mulai tahun depan (2016)
Pengamat transportasi Universitas Gadjah Mada, Sigit Priyanto, menuturkan, jika area ramah pejalan kaki Malioboro bisa diwujudkan, akan berdampak pada sejumlah keuntungan bagi Pemerintah DIY. “Bisa menambah betah wisatawan dan membuat lama tinggal berwisata, sehingga berdampak pula pada sektor perekonomian pelaku bisnis,” kata dia.

Bagaimana Mudah dan Nyaman kah saat berada pada kawasan Malioboro ini?

Lalu Bagaimana dengan Gosip yang beredar bahwa Malioboro akan direvitalisasi mulai 2016?
Tantangan besar apa yang dihadapi pemerintah?

Pejalan kaki yang kami survei mengakatan bahwa 

kawasan ini semakin ruwet kedepannya jika tak ada perubahan.

Lantas perubahan besar ini akan mematikan karir siapa saja?
Banyak pertanyaan yang mungkin pemerintah harus jawab.

Setidaknya Opini saya untuk saat ini adalah semakin berkurangnya pedestrian di Malioboro dan semakin ruwetnya tata kelola transportasi di kawasan ini harus dikelola dengan baik oleh pemerintah Yogyakarta. Membuat Kawasan pedestrian dan Revitalisasi Malioboro yang idenya sudah ada sejak 2013 di kawasan ini adalah solusi yang ampuh dan harus dirembug bersama masyarakat sekitarnya sehingga tercipta iklim yang harmonis dan merubah citra malioboro yang ruwet menjadi nyaman dan mudah di akses kembali.

Sekian Opini dari kami
Terima Kasih

sumber:
-Masyarakat
-http://www.kompasiana.com/alifianorezkaadi/tidak-manusiawinya-trotoar-malioboro_552fb8c36ea83477258b4583
-http://travel.tempo.co/read/news/2012/11/07/199440234/malioboro-didorong-jadi-kawasan-ramah-pejalan-kaki

You may also like...